Berakhir Jengah

Kau tak pernah mengerti makna cinta..
Sekedar menatap tanpa menyapa..
Sekedar menyentuh tanpa merasa..
Atau sekedar tersenyum tanpa bahagia..

Kau tak pernah mengerti makna sayang..
Saat terluka, kau bimbang..
Ketika bersenandung, kau gamang..
Kala memeluk, bathinmu perang..

Kau tak pernah mengerti malam..
Walau hanya berjalan dalam kelam..
Bulan menghangati jiwa yang tentram..
Damai dalam cahaya nan suram..

Kau hanya mengerti gemuruh..
Yang selalu membuat gaduh..
Yang terkadang angkuh..
Namun lebih mudah kau rengkuh..

Perlahan kau menggapai resah..
Tak kan mampu berkilah..
Hanya bagai bedebah..
Yang selalu serakah..
Terkurung dalam pongah..
Di jeruji inilah kau berakhir jengah..

___

Renungan untuk yang sedang duduk di kursi pesakitan..

___

Gambar diambil dari: http://kartunmania.com/2010/04/penjara/#axzz2tZ3fHrYp

___

Tulisan ini sudah pernah saya tayangkan di Kompasiana >> http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2014/02/14/puisi-berakhir-jengah-631959.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s